Bahan Dasar : Kulit kerbau, dan Tanduk kerbau.

Pencipta wayang ini pertama kali ialah Mangkunegara IV dari Surakarta, dimana pada waktu itu beliau menerima Serat Pustakaraja Madya dan Serat Witaradya, dari R.Ng.Ranggawarsita pada tahun 1870. Buku tersebut menceritakan riwayat Prabu Aji Pamasa atau Prabu Kusumawicitra dari Negara Mamenang Kediri. Sesudah pindah ke Pengging, negeri tersebut dinamakan Witaradya. Dengan membaca buku tersebut, timbul keinginan beliau untuk menciptakan wayang, yang dapat mengisi kekosongan antara masa Wayang purwa dan masa Wayang Gedog Panji.

Setelah berunding dengan R.Ng.Ranggawarsita (pemilik cerita), beliau langsung memerintahkan penciptaan wayang Madya dengan petunjuk dasar wayang Purwa. Permulaan pembuatan wayang Madya pada tahun 1872 dan selesai pada tahun 1876, dengan pembuatan wayang Prabu Wirasena. Jumlah seluruh wayang Madya ada 365 buah, disimpan dalam dua kotak dan diberi nama KYAI MADYA. Kemudian ditambah dengan buatan Kyai Trunadipa satu kotak yang dibuat tahun 1924. Gamelan yang mengiringi wayang Madya dinamakan Barang.

Cerita wayang Madya antara lain bersumber pada Serat Angling Dharma, dengan tokoh utamanya Prabu Angling Dharma dari kerajaan Malawapati serta Batik Madrim sebagai patihnya. Wayang kulit Madya koleksi Museum Wayang berasal dari sanggar Rumiati, yang dibuat tahun 1992.

 

   

 
<
  Contact Us | Site Map
Powered By: